HUT GAPKI ke 45, Wamen Transmigrasi Sejahterakan Masyarakat dengan Ciptakan Lapangan Kerja

BANDUNG ONE

- Redaksi

Kamis, 30 April 2026 - 22:20 WIB

507 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Humas Kementerian Transmigrasi

JAKARTA || Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-45 Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI).

“Semoga organisasi yang berdiri pada tahun 1981 ini mampu menjadi jembatan antara pelaku usaha kelapa sawit dengan pemerintah”, ujarnya.

Ucapan selamat disampaikan saat dirinya memberi sambutan pada Perayaan 45 Tahun GAPKI Untuk Negeri di Pullman Hotel, Jakarta, (29/04/26).

Dalam perayaan yang juga diluncurkan buku GAPKI Untuk Negeri Berkontribusi Mewujudkan Indonesia Emas 2045 itu dihadiri para pengurus, mantan ketua umum, pelaku usaha, petani, perwakilan dari beberapa kementerian, hingga duta besar dari Pakistan dan Tanzania.

Terkait sawit dan produk turunannya, komoditas ini menurut Viva Yoga bukan suatu hal yang asing bagi Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan transmigran. Ada 600.000 Ha lahan sawit di kawasan transmigrasi.

“Lahan untuk komoditas sawit akan lebih luas bila ditambah dari kelompok transmigran swakarsa, kawasan eks transmigrasi, dan perluasan lahan secara legal lainnya”, ujarnya.

Viva Yoga menceritakan dirinya pernah melakukan kunjungan kerja ke Kawasan Transmigrasi Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Mayoritas transmigran yang ditempatkan di sana sejak tahun 1985 menjadi petani sawit.

Dalam perjalanan waktu, apa yang ditekuni itu mampu mensejahterakan mereka. Warga transmigran dalam mengelola perkebunan sawit ada yang bekerja sama dengan perusahaan swasta, ada pula secara mandiri.

“Selepas kerja sama dengan perusahaan swasta, selanjutnya pengelolaandilakukan secara mandiri dan lahan menjadi miliki warga”, tuturnya.

Menurut pengakuan para petani sawit di Kuamang Kuning, mereka senang menjadi petani sawit karena mampu meningkatkan pendapatan juga bisa menyekolahkan anak-anaknya.

Tingginya nilai komoditas sawit inilah ada yang membuat petani di komoditas lainnya berpindah menjadi petani sawit. “Menurut mereka sawit lebih menguntungkan”, ujar Viva Yog.

Mantan Anggota Komisi IV DPR ini menyebut sawit merupakan komoditas ekspor yang menghasilkan devisa terbesar untuk non-migas. “GAPKI harus menjadi jembatan komunikasi antara pengurus dan anggota dengan pemerintah”, tegasnya.

Hal demikian penting karena sawit adalah kekayaan terbesar Indonesia sehingga sangat disesalkan bila kemudian komoditas ini diurus dengan tidak tepat atau salah kebijakan. “Ini yang tidak boleh”, ujarnya.

Semua hal harus dikomunikasikan agar sawit mampu menguntungkan bagi para pengusaha serta harus mensejahterahkan anggota dan petani sawit.

Untuk lebih mengembangkan komoditas ditekankan perlunya peremajaan bila telah tiba waktunya, serta riset dan inovasi dalam mengelola produk sawit dan turunannya serta perluasan pasar.

Viva Yoga mendorong organisasi ini terus berkiprah dalam dunianya hingga kehadirannya di dunia persawitan mampu mensejahterahkan semua pihak hingga memberi efek pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan melahirkan inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan. “Kementrans akan terus berkomunikasi dengan GAPKI untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara”, tegasnya.(Rizky Tile)

Sumber: Biro Humas

Berita Terkait

Gairahkan Kreativitas Lokal, Elfest 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Anak Muda di Kota Cimahi
Dari Desa untuk Indonesia: Munas SWI dan HKPS 2026 Dapat Restu Kemendes PDT
KNPI Kota Bandung Pererat Silaturahmi Lintas Generasi, Suarakan Aspirasi Dukungan Pemerintah
Karhutla Mengancam, Pemerintah Tegaskan Riau dalam Siaga Penuh
Gebrakan Awal! XTC Indonesia Tancap Gas Lewat Rakernas Perdana
Wujudkan Lingkungan Sehat dan Minim Food Waste, Gerakan ‘Masak Hepi’ Sasar Warga Margaluyu Cimahi
Dibiayai Donasi Internal, XTC Cirebon Konsisten Jalankan Program Sosial
Perkuat Tata Kelola Desa, ABPEDNAS Gandeng Kejaksaan Lewat Program Jaksa Garda Desa

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:56 WIB

Warga Temukan Mayat di Pajak Pagi, Polisi Lakukan Identifikasi

Kamis, 19 Februari 2026 - 00:35 WIB

Kapolres Gayo Lues Bagikan Daging Meugang kepada Insan Pers Sambut Ramadhan 1447 H

Kamis, 19 Februari 2026 - 00:23 WIB

Kapolres Gayo Lues Bagikan Daging Meugang kepada Insan Pers Sambut Ramadhan 1447 H

Senin, 16 Februari 2026 - 17:13 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Upacara Penyerahan Penghargaan kepada Personel Berdedikasi dalam Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:10 WIB

Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:24 WIB

Menteri PUPR Tinjau Jalan Rusak di Gayo Lues, Didampingi Anggota DPR-RI, Bupati dan Kapolres.

Minggu, 4 Januari 2026 - 01:30 WIB

Longsor Susulan di Putri Betung, Polisi Turun Langsung Pastikan Keselamatan Warga

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:21 WIB

Wakapolres Gayo Lues dan Wakil Bupati Tinjau Jalan Terendam Banjir Susulan di Gayo Lues

Berita Terbaru