Kebebasan Pers 2026, Jurnalis Masih Marak Diasingkan Oleh Oknum Pejabat Diskominfo dan Humas

BANDUNG ONE

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:27 WIB

503 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menghadiri jalan sehat dalam rangka Hari Kebebasan Pers Dunia 2026 di kawasan Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (03/05/26).

Pemerintah tengah menyiapkan regulasi untuk mendukung keberlanjutan industri media serta menjaga kualitas pers yang profesional. Momentum peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di ruang terbuka mencerminkan nilai dasar pers yang ideal, yakni terbuka, bebas, dan dekat dengan masyarakat dan komitmen pemerintah dalam memperkuat industri media yang berkelanjutan.

Diungkapkan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjaga kualitas demokrasi dan melawan disinformasi, bukan sebagai pihak yang harus diawasi atau dibatasi.

Meutya menekankan di era digital, media konvensional, seperti koran, televisi, dan radio harus tetap eksis dengan mengedepankan produk jurnalistik yang kredibel. Begitu juga dengan media massa online harus tetap menjunjung tinggi etika jurnalistik.

“Kita sejatinya ingin menumbuhkan kembali bahwa industri pers, khususnya penyiaran, harus terus maju di tengah gempuran digitalisasi saat ini. Media konvensional harus bisa tetap eksis dan hidup di tengah new media,” ujar Meutya kepada wartawan.

Menkomdigi menyoroti ancaman misinformasi yang kini menempati urutan kedua dalam tantangan global, menurut World Economic Forum (WEF).

Ia menekankan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, peran pers menjadi semakin krusial sebagai benteng utama masyarakat dari hoaks dan misinformasi. “Pers yang sehat adalah benteng pertahanan kita bersama, bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat luas,” ujar Meutya Hafid.

Ia menambahkan, pemerintah memandang pers sebagai mitra dalam mencerdaskan publik, melawan disinformasi, serta memperkuat fondasi demokrasi. Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara pemerintah dan insan pers dinilai menjadi kunci dalam menjaga kualitas ruang informasi publik.

Namun beda diihari Kebebasan Pers Se-Dunia Tahun 2026 diduga tidak berlaku di lingkungan Diskominfo Pemda dan Humas Kementerian kebijakan pilah pilih Jurnalis dengan mengalokasikan anggaran Publikasi dari APBD TA 2026.

“Hari Kemerdekaan Pers 2026 menegaskan bahwa kebebasan berekspresi dan kebebasan pers saling bergantung, saling terkait, dan tak terpisahkan dengan hak asasi manusia lainnya,” Ujar Alan seorang Wartawan Senior yang aktif di Balwan Polda Metro Jaya dan PWI Jaya, Minggu (03/05/26).

Dirinya menduga dibawah kemimpinan pejabat Publik, Diskominfo Pemda dan Humas Kementerian diskriminatif kepada wartawan. “Indikasi pilih kasih kepada rekan wartawan mulai tercium, dengan memilah – milah pekerja media setempat dengan menunjuk secara pribadi. Ini tandanya menunjukkan ada upaya pelemahan terhadap pers, “Ujarnya.

Kebebasan pers menjadi bagian penting dalam kebebasan berekspresi yang tercantum dalam Pasal 19 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia sebagai hak untuk mencari, menerima, memberikan informasi dan gagasan melalui media apapun dan tanpa memandang batas atau pilah pilih menunjuk kepentingan pribadi dan kepentingan politik.

Berita Terkait

Diduga Tak Dibekali K3, Pekerja Proyek Diarea Kantor Pemkab Bogor dan DPRD Abaikan Keselamatan Kerja
Serah Terima Jabatan Sah, Jumhur Kini Mimpin Kementerian Lingkungan Hidup
Danpusterad Bersama Ketua Persit KCK Pusterad Hadiri Peringatan HUT ke-80 Persit KCK
Musibah Tak Ada yang Tahu, KAI Sampaikan Permohonan Maaf dan Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur
Kisruh Seleksi MNH di PN Cibinong: Mediator Tereliminasi Siapkan Gugatan, Tuduh Pansel Tabrak Aturan MA
Pejabat Publik Lebih Menunjuk Media yang Kedekatan, Jurnalis Sudah UKW Malah Diasingkan
Dahulu Terawat, Kini Eks Komplek DPR RI Kalibata Dipenuhi Rumput Ilalang dan Seperti Rumah Hantu
Jum’at Barokah, Forum Wartawan Polri Bahagiakan Anak-anak Yatim

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:56 WIB

Warga Temukan Mayat di Pajak Pagi, Polisi Lakukan Identifikasi

Kamis, 19 Februari 2026 - 00:35 WIB

Kapolres Gayo Lues Bagikan Daging Meugang kepada Insan Pers Sambut Ramadhan 1447 H

Kamis, 19 Februari 2026 - 00:23 WIB

Kapolres Gayo Lues Bagikan Daging Meugang kepada Insan Pers Sambut Ramadhan 1447 H

Senin, 16 Februari 2026 - 17:13 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Upacara Penyerahan Penghargaan kepada Personel Berdedikasi dalam Penanganan Bencana Hidrometeorologi

Jumat, 16 Januari 2026 - 00:10 WIB

Kapolres Gayo Lues Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Kapolda Aceh Tinjau Pengungsi Banjir dan Longsor

Minggu, 4 Januari 2026 - 21:24 WIB

Menteri PUPR Tinjau Jalan Rusak di Gayo Lues, Didampingi Anggota DPR-RI, Bupati dan Kapolres.

Minggu, 4 Januari 2026 - 01:30 WIB

Longsor Susulan di Putri Betung, Polisi Turun Langsung Pastikan Keselamatan Warga

Sabtu, 3 Januari 2026 - 20:21 WIB

Wakapolres Gayo Lues dan Wakil Bupati Tinjau Jalan Terendam Banjir Susulan di Gayo Lues

Berita Terbaru