Foto : Dok.Ist
CIANJUR || Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, memimpin langsung kegiatan penanaman 1.000 pohon di Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, bersama Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dan Paguyuban Petani Cianjur (PPC). Kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pemulihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem.
Menteri Jumhur menegaskan bahwa penanaman pohon merupakan langkah konkret dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus menghadapi tantangan perubahan iklim dan degradasi lahan. “Menanam pohon berarti menanam masa depan. Upaya menjaga lingkungan tidak bisa
dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi
mendatang,” ujar Menteri Jumhur.

Selain itu, Menteri Jumhur menekankan bahwa kesejahteraan masyarakat dan
perlindungan lingkungan hidup harus berjalan secara seimbang. Pemanfaatan lahan produktif perlu diarahkan tidak hanya untuk memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga keberlanjutan ekosistem dan kelestarian lingkungan hidup.
Disisi lainnya dikatakan Wakil Bupati Cianjur, Ramzi Geys Thebe, turut mengajak masyarakat membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan dimulai dari tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. “Kita menanam satu atau dua pohon saja itu sudah sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidup ke depannya. Bersama kita harus bercermin, sebaik apa pun kebijakan yang dibuat, sebaik apa pun upaya para pemimpin maupun para petani dalam menjaga ekosistem, kalau dari diri kita sendiri belum memiliki kesadaran untuk tertib menjaga lingkungan, misalnya masih membuang sampah sembarangan, tentu semua itu tidak akan memberikan hasil
yang optimal,” tutur Ramzi.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata para petani dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
“Kegiatan menanam hari ini adalah sumbangsih dari teman-teman petani. Bagaimana kita memastikan keadilan agraria bisa sejalan dengan usaha-usaha kita untuk menjaga daya dukung lingkungan hidup. Karena kalau lingkungan kita tidak dijaga, maka akan terjadi kerusakan yang dampaknya kembali kepada kita semua,” jelas Dewi.
Menteri Jumhur menilai masyarakat yang hidup dan bergantung pada alam merupakan pihak yang memiliki kedekatan paling kuat dengan lingkungan, sehingga harus menjadi bagian penting dalam upaya menjaga ekosistem. Karena itu, perlindungan lingkungan hidup tidak boleh dilakukan dengan mengesampingkan masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar kawasan tersebut.
Melalui kegiatan tersebut, KLH/BPLH berharap gerakan penanaman pohon dapat menjadi momentum memperkuat kesadaran lingkungan sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak inisiatif pelestarian lingkungan berbasis masyarakat di berbagai daerah.
Upaya menjaga kelestarian lingkungan diharapkan juga mampu berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.(Rizky Tile)



























